Koleksi artikel SEMEN GRESIK Business Care Center

Produk yang Redup Bukan Berarti Mati, 7 Brand Ternama Ini Membuktikannya

Oleh: Wahyu Utama

Menjalankan sebuah perusahaan membutuhkan dedikasi untuk senantiasa berjuang dan bangkit dari keterpurukan. Saat menjalankan usaha, Anda tidak selalu mendapatkan keuntungan, kerena kegagalan dan keterpurukan merupakan resiko yang selalu ada dan harus dihadapi.

Terpuruk bukan berarti mati! 7 brand ternama ini membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa survive dalam bersaing di pasar yang penuh persaingan.

1. Bugatti


bugatti.com

Bugatti mulai diproduksi pada tahun 1909. Pada zamannya, hanya orang-orang kaya saja yang bisa memilikinya, sebab harga jualnya yang tinggi dan biaya perawatan yang sangat mahal. Keterpurukan mulai terjadi pada saat Perang Dunia 2 yang menghancurkan pabrik dan diikuti dengan kematian pendirinya. Merek mobil ini kembali berjaya sejak dihidupkan kembali oleh pengusaha Italia, Romano Artioli, pada tahun 1991. Sampai saat ini, Bugatti terus berkembang dan menjadi simbol kesuksesan para pengusaha, atlet, dan kalangan atas.

2. Polaroid


mashable.com

Di era 1960-an, Polaroid menjadi perusahaan yang memelopori pengembangan kamera instan yang banyak diinginkan pasar saat itu. Perusahaan ini mulai meredup sejak pendirinya meninggal dan mengalami kebangkrutan pada tahun 2001.

Apakah terpuruk membuat mereka mati? Tentu tidak, nama Polaroid masih ada sampai saat ini dan baru-baru ini mereka meminjamkan nama brand mereka ke aplikasi Polaroid Swing yang baru diluncurkan.

3. Dr. Martens


drmartens.com

Dr. Martens mendapatkan puncak popularitas di era 1970-an sampai 1990-an sebagai boot kerja yang praktis dan banyak digunakan. Mereka sempat terpuruk selama beberapa waktu, karena mode yang ditawarkan dianggap tidak mengikuti tren.

Sekarang, berkat kultur fashion yang semakin beragam, Dr. Martens kembali menjadi salah satu merek favorit, tidak kalah bersaing dengan sneakers masa kini.

4. Nintendo


statisticbrain.com

Nama Nintendo terpuruk sejak dirilisnya PS2 pada awal dekade 2000-an. Nintendo tidak tinggal diam, mereka berinovasi dan merilis Nintendo Wii pada tahun 2006 yang membuat merek ini kembali terkenal di kalangan gamers. Sempat kembali meredup, Nintendo kembali merilis konsol game terbaru mereka pada 2017 lalu, yang diberi nama Nintendo Switch. Dengan value nostalgia yang ditawarkan, Nintendo Switch berhasil meraih popularitas tinggi di kalangan generasi milenial.

5. Apple


statisticbrain.com

Pada awalnya Apple mengembangkan sistem komputer rumah dan mereka kalah bersaing dengan Windows yang mulai tahun 1990-an memantapkan diri sebagai produsen yang banyak dipilih konsumen.

Mulai tahun 1997, perusahaan mengalihkan fokus untuk mengembangkan komputasi ke perangkat mobile dan sampai saat ini berhasil diterima di pasar.

6. Marvel


news.marvel.com

Marvel sempat terpuruk pada dekade 1970-an dan 1980-an karena penjualan komik mereka menurun kala itu. Dekade 90-an menjadi masa paling berat bagi Marvel. Mereka bahkan sampai harus menjual hak cipta karakter-karakter komiknya! Keterpurukan hanya masalah waktu, saat ini mereka sudah berhasil mengembangkan bisnis mereka di industri film dengan keberadaan Marvel Cinematic Universe, di mana sebagian besar film yang mereka keluarkan sukses merajai pasar.

Baca Juga: Bukan Mistis! 5 Bunga ini Bikin Jualan Laris

7. LEGO


viralitycz.tiscali.cz

Dengan kemudahan dan kesederhanaan penggunaan yang dimiliki, LEGO justru sempat mengalami kesulitan beradaptasi. LEGO mengalami penurunan besar pada era 2000-an karena mereka gagal melakukan inovasi di pasar.

Tidak perlu menunggu waktu yang lama, LEGO kembali bangkit dengan membangun jaringan wahana taman bermain, beragam video games, film, dan permainan papan yang sukses di pasaran.

Baca Juga: 5 Sebab Karyawan Sering Resign dari Tempat Anda, Pimpinan Wajib Tahu

20 / 04 / 2018
Oleh: Redaksi
tagline